Dampak Positif Adanya MBG Bagi Siswa MIN 8 Paluta

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif nasional untuk menyediakan asupan sehat seimbang bagi siswa (PAUD-SMA) guna meningkatkan fokus belajar, kesehatan fisik, dan gizi,. Program ini berfokus pada menu kaya nutrisi seperti karbohidrat, protein, sayur dan buah yang mendukung pertumbuhan kognitif dan fisik, sejalan dengan Gerakan Sekolah Sehat. Peran Kemenkes ( Kementerian Kesehatan ) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah dalam hal melakukan pengawasan. Peran ini diperluk

Gunung Tua ( Humas ).Rabu, 15 April 2026. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program prioritas pemerintah (Presiden Prabowo Subianto) yang menyediakan makanan bergizi secara cuma-cuma, bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita guna menekan stunting, meningkatkan kualitas SDM, serta menggerakkan ekonomi lokal.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif nasional untuk menyediakan asupan sehat seimbang bagi siswa (PAUD-SMA) guna meningkatkan fokus belajar, kesehatan fisik, dan gizi,. Program ini berfokus pada menu kaya nutrisi seperti karbohidrat, protein, sayur dan buah yang mendukung pertumbuhan kognitif dan fisik, sejalan dengan Gerakan Sekolah Sehat. Peran Kemenkes ( Kementerian Kesehatan ) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah dalam hal melakukan pengawasan. Peran ini diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pelajar.


Program makan bergizi gratis (MBG) di MIN 8 Padang Lawas Utara sudah dimulai hari Senin, 13 April 2026. Sedangkan pendataan siswanya diberikan saat akhir pembelajaran Ramadhan yang lalu. Mereka yang mendata siswa tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) Paluta Hadungdung . Berlokasi di desa Hadungdung Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utrara. Kepala SPPG Paluta Hadungdung adalah Sagiman Harahap, S.Ak .Sedangkan driver ke MIN 8 Paluta adalah Ardi Alam dan Aldin.

MBG ini disambut gembira oleh para guru dan siswa . " MBG kita datang ! " teriak siswa kelas 1 . Mereka tdak menghiraukan lagi posisi saat itu sedang berbaris di akhir kegiatan Upacara Bendera . Dengan sigap para guru mengamankan barisan. Setelah ompreng, berkas Berita Acara dan Uji Organoleptik diterima, dari driver SPPG maka masing-masing guru yang masuk di kelas membawa ompreng tersebut yang nantinya akan dibagikan setelah istirahat pertama kepada siswanya.

Tingkatan ekonomi dari keluarga para siswa mayoritas kurang mampu. Dilihat dari segi geografis masyarakatnya terletak di daerah pedesaan. Kedatangan MBG ini membawa dampak yang sangat baik bagi mereka . Siswa yang bersekolah di madrasah ini datang dari berbagai desa di sekitar madrasah. Sebagian ada yang di wilayah perkebunan. Kondisi jalannya masih kurang memadai , sering para orangtua tidak sempat memberikan anak-anaknya makan atau sarapan pagi. Akhirnya oleh orangtua, anak-anak dibawakan bontot makanan yang akan dimakan nantinya pada saat istirahat pertama dan ada yang tidak punya bontot sama sekali.

Berkat adanya MBG ini, orangtua dan anak-anak sangat antusias menyambutnya. Yang biasanya membawa bontot atau yang tidak ada bontot sama sekali, sekarang mereka sudah tidak membawa lagi. Ditambah lagi waktu kedatangan omprengnya masih pagi. dan dapat jadwal pertama hantaran ompreng ke sekolah. Keragaman karakter dari para siswa, terlihat dari tingkah laku mereka ketika mobil MBG tiba di halaman madrasah.. Ada yang sempat keluar dari dalam kelas, dan ada yang menyeru, MBG.........MBG.......!. Hal ini merupaka ungkapan dari hati mereka yang bahagia.

Kalau MBG sudah ada di madrasah , maka para guru diharapkan bisa mengontrol pendistribusiannya kepada siswa. Mulai dari membagikan ompreng, memandu makan dengan sopan, dan mengikat kembali omprengnya. Kembalinya ompreng kepada driver SPPG, maka berkas yang diterima juga diserahkan. " Semoga setiap hari siswa merasa bahagia. Terbutuhi gizi mereka. Dengan bahagianya mereka diharapkan memberi dampak positif bagi pembelajaran di kelas.Sesuai dengan tujuan dari program ini, ! " kata H.Samsuddin S,Ag selaku kepala madrasah. 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT