
Kemerdekaan adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada suatu bangsa. Ia bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga mencakup kebebasan untuk hidup bermartabat, menjalankan nilai-nilai agama, membangun peradaban, dan menentukan arah masa depan sendiri tanpa campur tangan pihak asing. Oleh karena itu, kemerdekaan adalah amanah besar yang harus disyukuri dan dijaga oleh seluruh elemen bangsa
Kemerdekaan adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada suatu bangsa. Ia bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga mencakup kebebasan untuk hidup bermartabat, menjalankan nilai-nilai agama, membangun peradaban, dan menentukan arah masa depan sendiri tanpa campur tangan pihak asing. Oleh karena itu, kemerdekaan adalah amanah besar yang harus disyukuri dan dijaga oleh seluruh elemen bangsa.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT
berulang kali mengingatkan manusia untuk mensyukuri nikmat yang telah
diberikan-Nya. Salah satu ayat yang relevan adalah:
"Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."(QS. Ibrahim: 7).
Kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia hari ini yang sudah 80 tahun Indonesia Merdeka bukan hasil semata dari kekuatan fisik atau strategi politik, melainkan merupakan hasil dari rahmat dan pertolongan Allah SWT yang diberikan melalui perjuangan para pahlawan dan ulama yang ikhlas. Banyak darah, air mata, dan nyawa yang dikorbankan demi meraih kebebasan ini. Maka, tidak sepantasnya kita bersikap lalai atau tidak menghargai kemerdekaan tersebut.
Syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Beberapa bentuk mensyukuri kemerdekaan antara lain: Menjaga Persatuan dan Kesatuan. Kemerdekaan diraih dengan semangat persatuan, dan akan hilang jika persatuan itu dirusak. Maka, menjaga ukhuwah (persaudaraan) dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah adalah bentuk syukur yang nyata. Mengisi Kemerdekaan dengan Hal Positif. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk membangun bangsa. Menuntut ilmu, bekerja keras, menjaga lingkungan, dan berkontribusi dalam bidang apa pun untuk kemajuan negara adalah bentuk syukur atas kemerdekaan.
Menjaga Moral dan Nilai-Nilai Keagamaan. Kemerdekaan memberi kita kebebasan untuk menjalankan ajaran agama tanpa takut ditekan. Maka, menjaga akhlak, menegakkan nilai-nilai Islam, dan menjadikan agama sebagai panduan hidup adalah salah satu bentuk penghormatan terhadap nikmat ini. Menghormati Jasa Para Pahlawan. Mengenang perjuangan para pahlawan dan mendoakan mereka adalah bagian dari adab yang mulia. Jangan sampai kita menjadi generasi yang lupa sejarah dan mengabaikan pengorbanan mereka.
Nikmat kemerdekaan bisa hilang jika disalahgunakan atau tidak dijaga. Korupsi, ketidakadilan, perpecahan antarumat, kemerosotan moral, dan ketergantungan ekonomi pada pihak asing adalah contoh-contoh nyata yang bisa menggerus makna kemerdekaan. Karenanya, kita perlu selalu bermuhasabah dan bertanya: Apakah kita benar-benar telah mensyukuri kemerdekaan ini? Ataukah kita hanya menikmatinya tanpa memahami maknanya?
Mensyukuri kemerdekaan bukan hanya dengan upacara dan perayaan, tetapi dengan menjaga amanah ini dalam setiap aspek kehidupan. Kita harus terus berusaha menjadi bangsa yang kuat, beriman, dan bermartabat, agar nikmat ini tetap lestari dan diberkahi oleh Allah SWT. Mari kita jadikan kemerdekaan ini sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki diri, dan membangun bangsa dengan nilai-nilai kebaikan. Semoga Allah senantiasa menjaga Indonesia, negeri yang kita cintai, dalam limpahan rahmat dan kedamaian. (HP)