
Dalam rangka menumbuhkan disiplin dan menanamkan nilai-nilai karakter Islami di lingkungan madrasah, MTsN 1 Padang Lawas Utara kembali melaksanakan upacara rutin hari Senin secara serentak di dua lokasi, yakni Madrasah induk di Nagasaribu dan Madrasah filial Batang Onang,
Upacara di Batang Onang juga berlangsung tertib dan penuh semangat. Para guru dan siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan hikmat.
Padang Lawas Utara (MTsN 1 Paluta) – Dalam rangka menumbuhkan disiplin dan menanamkan nilai-nilai karakter Islami di lingkungan madrasah, MTsN 1 Padang Lawas Utara kembali melaksanakan upacara rutin hari Senin secara serentak di dua lokasi, yakni Madrasah induk di Nagasaribu dan Madrasah filial Batang Onang, Senin (27/10).
Upacara di Lokasi Induk
Nagasaribu: Maknai “Iqra” dari Surah Al-‘Alaq.
Pelaksanaan upacara di kampus induk
Nagasaribu berlangsung khidmat dengan pembina upacara Arif Rahman Siregar,
S.Pd.I.
Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan inspiratif
tentang makna Surah Al-‘Alaq (Iqra’) yang mengandung perintah membaca
dan menuntut ilmu.
“Perintah pertama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW
adalah Iqra’ – Bacalah.
Ini menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas melihat huruf, tetapi
memahami, menelaah, dan mengamalkan ilmu untuk kemaslahatan umat,” ujar Arif
Rahman Siregar.
Beliau juga menekankan agar seluruh siswa menjadikan
semangat Iqra’ sebagai dasar dalam menuntut ilmu, baik ilmu
agama maupun umum, serta menumbuhkan kecintaan terhadap belajar sepanjang
hayat.
Upacara diakhiri dengan pembacaan doa dan pengingat untuk menjaga
kedisiplinan serta kebersihan lingkungan madrasah.
Upacara di Lokasi Batang Onang: Tanamkan Nilai “Budaya Malu”
Sementara itu, di lokasi Batang Onang, Helmi Wahyuni
Aritonang, S.Pd bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam
amanatnya, beliau mengangkat tema “Budaya Malu” sebagai bagian dari
pembentukan karakter siswa madrasah.
Dalam pesannya, beliau menjelaskan lima bentuk malu
terpuji yang perlu ditanamkan setiap hari:
“Jika setiap siswa memiliki rasa malu yang benar, maka
kedisiplinan, akhlak, dan kebersihan madrasah akan terjaga.
Malu bukan kelemahan, tetapi tanda kemuliaan dan kehormatan diri,” ujar Helmi
Wahyuni di hadapan peserta upacara.
Upacara di Batang Onang juga berlangsung tertib dan penuh
semangat. Para guru dan siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian
kegiatan dengan hikmat.
Menumbuhkan Karakter dan Disiplin
Kepala MTsN 1
Padang Lawas Utara, Malik Ritonga, S.Pd.I, mengapresiasi pelaksanaan
upacara di kedua lokasi tersebut.
Beliau
menyampaikan bahwa kegiatan upacara rutin tidak hanya bertujuan untuk
menanamkan disiplin, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan
pembiasaan nilai-nilai Islam di lingkungan madrasah.
“Madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat
membentuk akhlak, etika, dan tanggung jawab.
Semangat Iqra’ dan Budaya Malu harus menjadi
bagian dari budaya madrasah kita,” ungkap Kepala Madrasah.
Dengan kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa MTsN 1 Padang Lawas
Utara dapat menjadi generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter,
sesuai dengan semangat motto madrasah: Berilmu, Beriman, dan Berakhlak
Mulia.
Penulis : Tim TU MTsN 1 Padang
Lawas Utara
Editor : Malik Ritonga, S.Pd.I